"Ayah sudah membeli jepit bunga?"


"Eh, jepit bunga?"


"Pagi tadi, Ayah sudah janji akan membelikannya."


"Jepit bunga yang mau kau berikan kepada Eun Mi? Aduh, Ayah lupa."


"... Ya sudah, tidak apa-apa."


Akan tetapi, tanpa sadar aku menghela napas. Kalau sampai besok Eun Mi datang membesukku, bisa gawat.


Tiba-tiba Ayah bangun.


"Coba lihat telingamu ada kotorannya apa tidak."


"Kemarin, kan, sudah dibersihkan."


"Kita lihat saja." Ayah melihat ke dalam telingaku, lalu berkata, "Wah, ada yang sangat besar. Bisa dikeluarkan tidak, ya?"


Aku segera menengadahkan telapak tangan di atas dada. Aku ingin melihat dengan mataku sendiri kotoran telinga yang katanya besar sekali itu. Kotoran telinga tak ubahnya kotoran hidung atau debu yang kotor, tetapi entah mengapa perasaanku senang kala ada kotoran telinga yang besar dikeluarkan.


"Oh, begini bentuknya."


Benda yang diletakkan Ayah di atas telapak tanganku bukanlah kotoran telinga.


Sepasang jepit bunga...



Scene ini saya ambil dari buku I Will Always Love You by Jo Chang-in. Kebetulan buku ini baru selesai dibaca dan ceritanya yang menguras air mata masih terngiang-ngiang di kepala (╥﹏╥)


Scene ini saya pilih karena waktu membacanya kemarin, saya sedikit ikut terbawa suasana. Sebelum scene ini, tokoh sang Ayah sedang dilanda masalah yang luar biasa berat. Ketika sang anak menanyakan jepit rambut pesanannya, saya menduga ayahnya pasti lupa membelikannya. Saat si anak merasa sedikit kecewa, saya juga ikut merasa kecewa.


Namun, ternyata Ayah tidak lupa membelikannya. Dan caranya menyerahkan jepit rambut itu ikut membuat saya merasa gembira dan merasakan hangatnya kasih sayang orang tua ( ˘▽˘ʃƪ)


Scene on Three hosted by Bacaan Bzee


Oke, ini scene perdana pilihan saya untuk Scene On Three hosted by Bacaan Bzee. Click the picture above to see more information about this new meme \(^▿^)/


See you again and have a nice '%3%' for you ♪(´ε` )