"Apakah ini lelucon?" tanya Philippa.


"Bisa kuyakinkan kalau aku benar-benar serius," ujar Nimrod, "nah, Jin memiliki banyak suku. Kita bisa menghabiskan waktu semalaman untuk menjelaskan hal ini, bukankah begitu, Mister Rakshasas?"



"Oh, benar."


"Tapi kalian, aku, ibumu, dan Mister Rakshasas ini cukup beruntung menjadi Jin dari suku yang paling terkenal. Suku Marid. Jumlah kita paling sedikit, tapi kitalah Jin yang terkuat."


"Nah, sekarang," tawa Nimrod, "aku sudah bilang. Bisa dibilang Jin telah keluar dari botol. Tak perlu diragukan lagi kalau kalian pernah mendengar tentang ungkapan tadi. Aku yakin kalian menyangka itu bisa berlaku pada diri kalian yang masih muda. Nah, aku di sini untuk meyakinkan kalian bahwa itulah yang terjadi. Karena kalian adalah anak-anak lampu."



Scene  ini saya ambil dari buku yang sedang saya baca. The Akhenaten Adventure by P.B. Kerr. Buku yang sudah terbit lumayan lama dan merupakan buku pertama dari seri The Children of Lamp .


Scene ini saya pilih  karena dari awal saya kurang fokus membaca bukunya. Kata-katanya lewat begitu saja . Alhasil saya kurang mengerti jalan ceritanya.


Akhirnya scene di atas lah yang membuat saya ngeh. Cukup kaget juga saat mengetahui ternyata anak kembar yang menjadi tokoh utama di dalam cerita ini adalah Jin. Dan The Children of The Lamp itu ternyata mengacu pada mereka. Padahal awalnya saya kira si kembar bakalan nemuin lampu ajaib yang ada Jin nya. Haduh, dasar lola ╮(╯▽╰)╭


Scene on Three hosted by Bacaan Bzee


OK, that is my chosen scene today. What's yours?  Click the picture above to see more information about this meme \(^▿^)/


See you again and have a nice '3' for you ♪(´ε` )