"Memang ada dua atau tiga hal yang bisa dianggap sesuai dengan keadaan tersebut, misalnya saja aku bisa berkata bahwa suara itu parau, gagap, dan terdengar kosong, tapi kengeriannya sungguh tak terkatakan, karena terus terang saja tak seorang pun pernah mendengar suara semacam itu. Meskipun demikian, ada juga dua ciri khusus, yang jika kuingat-ingat merupakan perbedaan dalam intonasi -- yang sengaja diucapkan untuk menegaskan betapa janggalnya hal tersebut. Pertama, suara itu seakan sampai ke telinga kami -- atau setidaknya telingaku -- dari jarak yang jauh, seperti dari kedalaman rongga bumi. Kedua, suara itu membuatku mendapat kesan (aku tahu hal ini memang sulit dipahami) sama seperti ketika indra peraba kita menyentuh sesuatu yang kenyal atau lengket."


***




Di ambil dari buku Auguste Dupin  by Edgar Allan Poe, cerita ke-5 dari buku ini, halaman 310 menurut edisi yang saya baca ^_^


Again, scene ini jadi titik dimana saya baru sadar kalau cerita ini -- tidak seperti 4 cerita sebelumnya -- bukanlah cerita detektif tapi cerita horor. Haduh, telaaaat, saya sudah terlanjur membaca dan nanggung banget kalau tidak diselesaikan.


FYI, saya sebetulnya suka cerita horor, hanya saja saya orangnya lumayan penakut (─‿‿─) . Sensitif sekali sama cerita horor. Benar saja, adegan ini, dan satu adegan lagi dibagian akhir cerita, terus terngiang-ngiang di kepala. Padahal ga seram-seram amat sih, cuma tetap aja, ngeri (΄.•_•.`)


Scene on Three hosted by Bacaan Bzee


OK, that is my chosen scene today. What's yours?  Click the picture above to see more information about this meme ^_^


See you next '%3%' and have a wonderful '30' for you  ♪(´ε` )