Artemis Fowl and The Opal Deception #BookReview

Image
***
Judul: Artemis Fowl and The Opal Deception | Pengarang: Eoin Colfer | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan II, April 2018, 368 hlm, 20 cm | Status Owned Book, Beli Online @HobbyBukuShop, Diterima tanggal 16 Juli 2018 | Rating saya: 4 dari 5 bintang
***
Blurb:
Kaum Peri menghapus semua pengetahuan tentang dunia mereka dari ingatan satu satunya manusia yang mereka takuti : kriminal genius Artemis Fowl. Tapi sekarang mereka membutuhkan anak itu.

Pixie jahat Opal koboi ingin menghancurkan dunia. Menghentikannya berarti membersihkan nama kapten Holly Short yang dituduh membunuh, membebaskan si kurcaci kleptomaniak dari penjara, dan meyakinkan centaur supercerdas bahwa ia tidaklah tahu segalanya.

Kalau saja Artemis bisa mengingat mengapa makhluk makhluk aneh ini sangat bergantung padanya...
My Review:
Ini buku seru sekali deh, seriusss.

Ngomong-ngomong, waktu saya belum kenalan dengan Opal Koboi, saya penasaran sekali dengan buku keempat dari Artemis Fowl ini…

Merintis Hari Esok Review



Baca Bareng Oktober Tema Buku yang Diterbitkan Bertepatan dengan Tahun Kita Lahir


merintis_hari_esok

 Judul: Merintis Hari Esok | Pengarang:  Intisaruddin | Edisi bahasa: Indonesia | Penerbit: Balai Pustaka (Cetakan III, Jakarta, 2007) | 1st Published: 1989 | Jumlah halaman: 111 halaman | Status: Pinjam di Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru  | My rating: 3 of 5 stars


Membaca buku ini, jadi ingat waktu kecil dulu. Saat itu, tante saya yang seorang guru di sekolah dasar sering membawakan buku-buku seperti ini. Yang menceritakan petualangan anak-anak desa dalam menggapai cita-cita. Asik ceritanya, apalagi di bagian ketika mereka bermain-main dan di bagian tentang deskripsi keindahan desa.  Juga tentang semangat mereka untuk belajar hal baru-baru.


Oke, sebelumnya, mari kita cek dulu apa kata penerbit tentang buku ini :D




Pengantar Penerbit:


Buku ini menceritakan tentang apa dan bagaimana manfaat Kelompok Belajar Pendidikan Dasar (KBPD) bagi anak-anak yang putus sekolah dan masyarakat yang masih Buta Aksara. Diuraikan secara jelas apa yang diperoleh selama mengikuti pendidikan melalui KBPD dan bagaimana setelah selesai mengikuti pendidikan tersebut.


Merintis Hari Esok, karya Inti Saruddin ini menceritakan seorang anak yang putus sekolah karena masalah ekonomi orang tuanya. Tetapi, Hasan anak yang rajin dan pandai tidak mau menyerah kepada keadaan. Ia tetap pada pendiriannya belajar demi masa depan. Hasan mengikuti pendidikan melalui KBPD di desanya bersama-sama dengan orang-orang lain yang belum sempat melanjutkan pendidikan. Apa yang diperoleh melalui KBPD ternyata banyak sekali manfaatnya. Di samping membantu program Pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa KBPD juga ikut menanggulangi masalah pengangguran.


Cerita ini cukup menarik dan sangat bermanfaat bagi anak-anak yang putus sekolah dan juga bagi para orang tua yang ingin memahami pentingnya pendidikan untuk anak-anak.



Saya setuju dengan pengantar penebit di atas. Terutama untuk cerita yang menarik dan bermanfaat.


Cerita tentang Hasan yang putus sekolah karena harus membantu ibunya menopang beban ekonomi keluarga. Untungnya Hasan punya teman-teman yang sangat baik. Teman-temannya ini memberi semangat untuk Hasan agar terus belajar meskipun tidak di bangku sekolah.


Semangat yang diberikan oleh teman-teman Hasan ini bukan hanya dalam bentuk kata-kata, tapi juga perbuatan. Mereka rela menyisihkan waktu bermain mereka agar bisa membantu Hasan menyelesaikan pekerjaannya membantu ibu agar Hasan punya waktu untuk ikut KBPD.


Dan Hasan membayar semua itu dengan menjadi yang terbaik di program KBPD. Hasan yang pintar berhasil mengharumkan nama KBPD di desanya. Hasan juga terpilih untuk mengikuti program pelatihan ketrampilan dari Pemerintah.


Saya suka sekali cerita seperti ini. Penuh optimisme. Kehidupan anak-anak desa ini sangat sederhana. Deskripsi alam pedesaannya pun sangat indah. Saya seakan bisa merasakan bagaimana sejuknya udara desa dan bagaimana segarnya bermain-main di sungai.


Buku ini juga menceritakan bagaimana tingginya semangat saling tolong menolong dan gotong-royong antar masyarakat desa. Haaaaahhh...so sweeeet.


At last, cerita ini mengingatkan saya dengan buku-buku pertama yang saya baca waktu masih kecil. 3 dari 5 bintang untuk Merintis Hari Esok. Terutama untuk semangat, optimisme, dan keindahan alam desa-nya. Sooooo..., I liked it ^_^



Comments

Popular posts from this blog

Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016: Master Post

[#HUT5BBI] Giveaway Hop #BBIGiveaway

Enter The Magical Realm: Post Apocalyptic & Giveaway