Artemis Fowl and The Opal Deception #BookReview

Image
***
Judul: Artemis Fowl and The Opal Deception | Pengarang: Eoin Colfer | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan II, April 2018, 368 hlm, 20 cm | Status Owned Book, Beli Online @HobbyBukuShop, Diterima tanggal 16 Juli 2018 | Rating saya: 4 dari 5 bintang
***
Blurb:
Kaum Peri menghapus semua pengetahuan tentang dunia mereka dari ingatan satu satunya manusia yang mereka takuti : kriminal genius Artemis Fowl. Tapi sekarang mereka membutuhkan anak itu.

Pixie jahat Opal koboi ingin menghancurkan dunia. Menghentikannya berarti membersihkan nama kapten Holly Short yang dituduh membunuh, membebaskan si kurcaci kleptomaniak dari penjara, dan meyakinkan centaur supercerdas bahwa ia tidaklah tahu segalanya.

Kalau saja Artemis bisa mengingat mengapa makhluk makhluk aneh ini sangat bergantung padanya...
My Review:
Ini buku seru sekali deh, seriusss.

Ngomong-ngomong, waktu saya belum kenalan dengan Opal Koboi, saya penasaran sekali dengan buku keempat dari Artemis Fowl ini…

The Tar Man Review


the_tar_man_uploaded_by_irabookloverLanjutan petualangan Peter dan Kate di abad ke-18....


Di buku sebelumnya, Kate dan ayahnya berhasil pulang ke abad 21 sedangkan tempat Peter diambil olih oleh Tar Man. Kate yang sudah berjanji pada Peter untuk tidak pernah meninggalkannya segera kembali ke abad 18 dengan membawa serta ayah Peter.

Malangnya, mereka berdua terdampar di tahun yang salah. Bukan hanya itu, mesin anti-gravitasi yang membawa Kate dan ayah Peter rusak sehingga mereka terancam terjebak selamanya di abad ke-18. Satu-satunya ilmuwan masa lampau yang diharapkan dapat memperbaiki mesin itu tinggal di Perancis, dimana saat itu revolusi sedang berlangsung.

Sementara itu, Tar Man mulai membuat ulah di abad 21. Bersama Anjali, gadis pencopet cerdas yang tidak sengaja ditemuinya dan juga Tom, anak miskin malang yang juga berasal dari abad 18, Tar Man membangun kerajaannya sendiri. Tar Man bahkan dengan berani mengancam inspektur Wheeler setelah Lord Luxon yang licik menjejali kepalanya dengan ide mengerikan tentang bagaimana seharusnya seorang penjahat memanfaatkan mesin waktu.

Segalanya jadi kacau balau. Ayah Kate, Dr. Dryer, harus kembali menjemput anak-anak dengan mesin cadangan. Namun, saat kekacauan tampaknya sudah berakhir, Tar Man dan Lord Luxon kembali membuat kekacauan baru.

Hmmm...ceritanya datar-datar saja di awal. Tapi untunglah saya sudah cukup berpengalaman dalam membaca novel tebal sehingga masih punya kekuatan *halah* untuk membaca lembar demi lembar halaman-halaman awal dari buku ini sampai akhirnya saya mencapai bagian dimana saya tidak bisa berhenti membaca.

Dan kesan saya setelah selesai membaca buku ini adalah: astagaaaa!!! Perasaan saya teraduk-aduk, terpelintir seperti spiral waktu yang membuka saat Kate dan Peter melakukan perjalanan menembus waktu. Konsep perjalanan menembus waktu memang menarik tapi konsekuensinya...terlalu mengerikan. Adaaaa saja orang jahat yang ingin memanfaatkan pengetahuan luar biasa itu untuk kepentingan pribadi.

Ngomong-ngomong saya suka sekali dengan konsep deja vu yang dijelaskan oleh Dr. Pirretti. Sungguh masuk akal. Mungkinkah peristiwa deja vu itu adalah diri kita di dunia paralel lain yang berusaha memberitahu kita untuk melakukan sesuatu? Well, tiba-tiba saja saya ingin jadi ilmuwan fisika :D

Ah dan disini juga ada tokoh yang menarik perhatian saya. Setelah di buku sebelumnya tokoh favorit saya adalah Gideon yang tampan. Sekarang ada Louis-Philippe, anak bangsawan Prancis yang digambarkan sebagai pemuda yang luar biasa tampan. Meskipun begitu, katanya, ketampanannya tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan sepupu-sepupunya. Betul-betul keluarga yang luar biasa :D

Ayahnya Louis-Philippe inilah ilmuwan hebat yang dicari-cari oleh Kate dan Mr. Schock untuk bisa memperbaiki mesin anti-gravitasi milik mereka yang rusak.

Nah, berhasilkan mereka pulang dan memulangkan orang-orang yang tidak seharusnya berada di tahun yang salah? Well, 3 dari 5 bintang untuk buku kedua dari The Gideon Trilogy ini karena halaman-halaman awalnya yang terlalu datar. Tapi, untuk ending-nya, sama seperti buku pertama, membuat perasaan saya terpelintir tentang bagaimana waktu menyimpan rahasianya. I liked it ^_^

***


Title: The Tar Man - Penjahat dari Masa Silam | Author: Linda Buckely - Archer | Genre: Fantasy - Time Travel | Edition language: Indonesian | Translator: Berliani M. Nugrahani  | Publisher: Mizan Fantasi | Edition: First edition, April 2009 | Page: 612 pages Status: Pinjam di Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru | My rating: 3 of 5 stars



Comments

Popular posts from this blog

Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016: Master Post

[#HUT5BBI] Giveaway Hop #BBIGiveaway

Enter The Magical Realm: Post Apocalyptic & Giveaway