photo talesfromtheperilousrealmbytolkien_uploadedbyirabooklover_zpsnjrqcb0g.jpg


***



Ada sedikit manusia beruntung yang bisa melancong ke negeri-negeri lain; sementara sebagian manusia harus puas hanya dengan membaca kisah-kisah para pengelana.

---Tales from the Perilous Realm, hlm. 432

Yah, sementara ini saya akui saya termasuk kedalam kategori "sebagian manusia harus puas hanya dengan". Semoga suatu hari nanti saya bisa masuk ke dalam kategori "sedikit manusia beruntung" itu :)

Tales from the Perilous Realm by J.R.R. Tolkien. Kalau mendengar buku Tolkien, pikiran saya langsung melayang ke Middle Earth dan para penghuninya yang ada di dalam The Hobbit atau The Lord of The Ring. Walaupun saya masih ingat bagaimana susahnya menamatkan The Lord of The Ring, saya tetap kepengen membeli buku ini, cover-nya cakep sih, judulnya juga asik. Terus isinya?. Errr....lumayan asik lah ;D.

Ada 5 cerita di buku ini, yaitu Roverandum, Petani Penakluk Naga, Petualangan Tom Bombadil, Pandai Besi dari Wootton Major, dan Daun Karya Niggle.

Favorit saya mungkin Petani Penakluk Naga dan Pandai Besi dari Wootton Major. Kisah-kisahnya di luar dugaan saya. Di Petani Penakluk Naga, saya membayangkan si petani adalah seseorang yang sangat pemberani. Seseorang yang rela maju menantang naga jahat demi menyelamatkan penduduk desa. Tapi ternyata, tidak persis seperti itu. Dalam kisah Pandai Besi dari Wootton Major, saya membayangkan ceritanya lebih kepada pandai besi, eh tidak tahunya malah cenderung ke koki XD. Tapi saya suka dengan suasana fantasi yang ada di kedua cerita ini. Naga dan dunia Faery. Saya jadi merasa kisahnya memang benar-benar terasa seperti kisah-kisah yang berasal dari Negeri Penuh Bahaya.

Untuk Roverandom, saya suka dengan pesan yang setidaknya, menurut saya, berhasil saya tangkap. Saya terkesan dengan kemauan dan usaha si anjing untuk meminta maaf kepada si tukang tenung. Walaupun Rover minta maaf karena ada maunya ^_^

Untuk Petualangan Tom Bombadil dan Daun Karya Niggle, jujur saya tidak terlalu paham dengan kisahnya. Jadi no comment aj deh, ahaha. *kenatabok*.

Setelah 5 kisah di atas, masih ada lagi semacam esai dari Tolkien tentang dongeng peri. Esainya lumayan panjang dan saya lagi-lagi kurang paham.

Jadi ya sudahlah, saya kasih 3 bintang untuk buku ini. I liked it. *lalungumpet*.

***


Judul: Tales from The Perilous Realm | Pengarang: J.R.R. Tolkien | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, 2015, 464 halaman | Status: Owned book | Rating saya: 3 dari 5 bintang


***