pintu_harmonika_uploadedby_irabooklover

***


Covernya cantiiiik!!!

Ceritanya bikin senyum-senyum sendiri di awal, terus nangis bombay di akhir. Untuk bagian nangisnya abaikan saja, saya memang cengeng dari sononya soalnya. :D

Jadi buku ini menceritakan tentang petualangan 3 orang sahabat yang berbeda usia. Ada Rizal yang kira-kira seusia anak SMA, ada Juni yang masih SMP, dan David yang masih TK atau SD (saya kurang ngeh untuk bagian ini).

Mereka tetanggan, sama-sama tinggal di ruko yang gambarnya nongol di cover depan itu. Kalau kita amati, dari gambar cover itu, kita bakalan menemukan alasan kenapa judul novel ini adalah Pintu Harmonika.

Di belakang ruko mereka ini, ada sebuah tanah kosong yang mereka sebut Surga. Tanah ini terkesan terlantar, banyak ditumbuhi ilalang, dan ada juga coretan grafiti. Meskipun penampakannya mengerikan, tanah ini bagaikan surga bagi anak-anak tersebut. Tempat mereka bisa bermain dan menenangkan diri kalau ada masalah di rumah. Belum lagi di waktu yang tepat, saat sinar matahari sore menyinari ilalang, pemandangannya jadi cantik sekali.

Masalah terjadi saat si empunya tanah memutuskan untuk menjual tanah tersebut. Anak-anak tentu saja tidak rela. Mereka mulai melakukan beberapa aksi untuk mencegah penjualan tanah tersebut.

Ngomong-ngomong, membaca buku ini, membuat saya teringat bagaimana rasanya, saat hal-hal yang menurut saya indah (dalam kasus saya ada satu pohon cokelat, dua pohon kelapa, dan sepetak tanah kosong), hilang tak berbekas, hanya karena saya masih kecil dan tidak punya cukup uang untuk mempertahankan mereka.

Terus apakah surga anak-anak ini akan bernasib sama dengan surga saya? Silakan baca sendiri kisahnya :D

Yang pasti, ini bukan sekedar cerita bagaimana cara anak-anak tersebut mempertahankan surga mereka, tapi juga kisah tentang keluarga. Diceritakan dalam 4 sudut pandang yang berbeda, yang sebenarnya membuat saya jadi bingung dengan alur waktunya. Tapi karena saya malas mikir, *plaak*, saya telan bulat saja deh.

Banyak pesan moral dan juga kata-kata indah di buku ini. Tapi saya tak sempat ngasih post it. Soalnya saya penasaran ini cerita ujungnya bagaimana ya? Dan saat sudah sampai di bagian akhir, saya malah baper.

At last, buku ini cukup menghibur. Terutama di bagian cerita Rizal yang narsis. Terus saya juga terkesan dengan keberanian Juni untuk meminta maaf, kalau jadi dia, saya gak bakalan berani XD

***


Judul: Pintu Harmonika | Pengarang: Clara Ng dan Icha Rahmanti | Penerbit: PlotPoint | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Pertama, Januari 2013 | Rating saya: 3 dari 5 bintang