Artemis Fowl and The Opal Deception #BookReview

Image
***
Judul: Artemis Fowl and The Opal Deception | Pengarang: Eoin Colfer | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan II, April 2018, 368 hlm, 20 cm | Status Owned Book, Beli Online @HobbyBukuShop, Diterima tanggal 16 Juli 2018 | Rating saya: 4 dari 5 bintang
***
Blurb:
Kaum Peri menghapus semua pengetahuan tentang dunia mereka dari ingatan satu satunya manusia yang mereka takuti : kriminal genius Artemis Fowl. Tapi sekarang mereka membutuhkan anak itu.

Pixie jahat Opal koboi ingin menghancurkan dunia. Menghentikannya berarti membersihkan nama kapten Holly Short yang dituduh membunuh, membebaskan si kurcaci kleptomaniak dari penjara, dan meyakinkan centaur supercerdas bahwa ia tidaklah tahu segalanya.

Kalau saja Artemis bisa mengingat mengapa makhluk makhluk aneh ini sangat bergantung padanya...
My Review:
Ini buku seru sekali deh, seriusss.

Ngomong-ngomong, waktu saya belum kenalan dengan Opal Koboi, saya penasaran sekali dengan buku keempat dari Artemis Fowl ini…

Hero (Reread) Review

***

Wah..wah..., setelah ditinggal kurang lebih 3 bulan, blog saya jadi lumayan berdebu. Saya melewatkan event ulang tahun BBI. Saya juga melupakan event Hari Buku Nasional yang sebetulnya bertepatan dengan tanggal lahir saya, *uhuk*. Terus ada juga beberapa komentar yang baru sempat saya balas sekarang, maaaf, *pasang tampang memelas*.



Tapi untunglah sekarang saya sudah punya waktu untuk nge-blog kembali. Meskipun sempat rehat dari bikin review, alhamdulillah saya masih tetap punya waktu untuk baca buku, walaupun jumlahnya jauh berkurang dari tahun lalu. Dan sekarang saya ingin membayar hutang-hutang review itu sebelum saya lupa.

Oke langsung saja, terakhir kemarin saya lagi demen-demennya baca buku dari seri The Secret. So, ini review dari buku Hero. Buku terakhir yang saya punya dari seri ini.

Duluuu, waktu saya pertama kali membaca Hero, efeknya sangat berasa. Saya langsung merasakan contoh nyata dari sifat Hero. Sekarang efeknya terasa berbeda. Terasa kurang dibandingkan buku-buku pendahulunya. Tapi bagi saya, masih bisa tetap menghangatkan hati, *eaaaa*.

Ngomong-ngomong, Hero itu apa atau siapa sih? Hero itu adalah diri kita sendiri. Menurut buku ini, kita semua berpotensi untuk menjadi pahlawan. Bagaimana caranya dijelaskan dengan panjang lebar di buku ini.

Tapi seperti yang saya bilang sebelumnya, untuk reread kali ini, saya kurang merasa terinspirasi untuk menjadi pahlawan. So, saya bingung mau menulis apa lagi. Mungkin saya perlu membaca ulang Hero lagi di lain kesempatan, atau membacanya lebih sering. Soalnya di review pertama Hero, saya pernah berjanji untuk berusaha menjadi pahlawan. Tapi semangat untuk menepati janji itu hilang seiring memudarnya ingatan saya tentang berbagai kisah inspiratif yang ada di buku ini.

At last, secara keseluruhan, saya masih suka dengan buku Hero. Ilustasinya cantik. Dan dibanding buku-buku lainnya dari seri The Secret, Hero lah yang benar-benar mengakui keberadaan hal negatif. Hal-hal negatif tersebut kemudian digunakan sebagai bahan bakar untuk menjadi seorang pahlawan. Cool. So, tetap bintang penuh untuk Hero, it was amazing ;)

***

Judul: Hero| Pengarang: Rhonda Byrne | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Jakarta, 2014 | Penerjemah: Susi Purwoko | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Tebal: 253 halaman | Status: Owned book | Rating saya: 5 dari 5 bintang

Comments

Popular posts from this blog

Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016: Master Post

[#HUT5BBI] Giveaway Hop #BBIGiveaway

Enter The Magical Realm: Post Apocalyptic & Giveaway