***


*spoiler alert*


***




Blurb:


Terjadi pembunuhan mengerikan terhadap seorang anak laki-laki di kota tempat Honami tinggal. Korban bahkan diperkosa setelah dibunuh.

Berita itu membuat Honami mengkhawatirkan keselamatan putri satu-satunya yang dia miliki. Pihak kepolisian bahkan tidak bisa dia percayai.

Apa yang akan dia lakukan untuk melindungi putri tunggalnya itu?

Keren...bikin penasaran...menegangkan...dan membuat hati miris, #tsaaah.

Dari blurb di atas, saya rasa kita sudah bisa menebak bagaimana garis besar ceritanya. Kisah tentang pembunuhan anak-anak di sebuah kota dan kekhawatiran seorang ibu terhadap keselamatan anaknya.

Kejutan pertama yang saya rasakan adalah saat membaca awal-awal cerita di bagian dimana identitas si pembunuh diungkapkan. Saya kira kejutannya cukup sampai disitu, paling bagian selanjutnya tinggal menceritakan bagaimana caranya nanti polisi bisa menangkap si pembunuh. Etapi ternyata tidak. Masih banyak kejutan-kejutan yang tersimpan. Menegangkan sekali.

 

Membaca buku ini membuat saya jadi berpikir tentang perlindungan hak asasi bagi orang yang lebih dulu melanggar hak asasi orang lain.

Terus kutipan favorit saya adalah ini:
Di sini juga ada....

... seorang ibu yang rela menjadi iblis untuk melindungi putrinya.

---Holy Mother (hlm. 275)

Oke, sudah segini aja. Sepertinya karena lama tidak menulis review, saya jadi kehilangan kemampuan cuap-cuap panjang lebar tentang kesan buku yang baru saja saya baca. Semoga nanti bisa bikin review panjang lagi.


At last, 4 dari 5 bintang untuk Holy Mother. I really liked it.

***


Judul: Holy Mother | Pengarang: Akiyoshi Rikako | Penerbit: Haru | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Ke-2, Januari 2017, 284 halaman | Penerjemah: Andry Setiawan | Rating saya: 4 dari 5 bintang | Bisa dibeli di: bukabuku.com