Artemis Fowl and The Opal Deception #BookReview

Image
***
Judul: Artemis Fowl and The Opal Deception | Pengarang: Eoin Colfer | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan II, April 2018, 368 hlm, 20 cm | Status Owned Book, Beli Online @HobbyBukuShop, Diterima tanggal 16 Juli 2018 | Rating saya: 4 dari 5 bintang
***
Blurb:
Kaum Peri menghapus semua pengetahuan tentang dunia mereka dari ingatan satu satunya manusia yang mereka takuti : kriminal genius Artemis Fowl. Tapi sekarang mereka membutuhkan anak itu.

Pixie jahat Opal koboi ingin menghancurkan dunia. Menghentikannya berarti membersihkan nama kapten Holly Short yang dituduh membunuh, membebaskan si kurcaci kleptomaniak dari penjara, dan meyakinkan centaur supercerdas bahwa ia tidaklah tahu segalanya.

Kalau saja Artemis bisa mengingat mengapa makhluk makhluk aneh ini sangat bergantung padanya...
My Review:
Ini buku seru sekali deh, seriusss.

Ngomong-ngomong, waktu saya belum kenalan dengan Opal Koboi, saya penasaran sekali dengan buku keempat dari Artemis Fowl ini…

Marginalia Review


***


Blurb

Aku Yudhistira, aku Arjuna, aku Bima, aku Nakula Sadewa. Berapa Bharatayudha harus kujalani. Demi kamu, Drupadiku?

ARUNA
Cengeng! Tulisan singkat dan rapi di kumpulan puisi Rumi kesayangan almarhum Padma membuatku terbakar. Kurang ajar! Berani-beraninya cewek dingin berhati belatung itu menodai kenangan Padma. Belum tahu dia berhadapan dengan siapa. Aruna, vokalis Lescar, band rock yang paling diidolakan. Tunggu pembalasanku.

DRUPADI
Aku tak punya waktu untuk cinta. Meski tiap hari aku berhubungan dengan yang namanya pernikahan, ini hanya urusan bisnis semata. Aku tak percaya romantisme, apalagi puisi menye-menye. Hidup ini terlalu singkat untuk jadi melankolis. Namaku memang Drupadi, tapi hatiku sudah tertutup untuk laki-laki.

"Kekasih tak begitu saja bertemu di suatu tempat, mereka sudah saling mengenal sejak lama." - Rumi

My Review
Mengapa ketiadaan seseorang justru meningkatkan kerinduan

---hlm.221

Cerita tentang Drupadi, gadis realistis+dingin yang "kena batunya" karena sembarangan menulis marginalia disebuah buku.

Memang masalah apa sih yang bisa disebabkan oleh sebuah marginalia ?

Oh banyak. Setidaknya bagi Drupadi. Karena marginalianya tersebut ternyata membuat Aruna, seorang vokalis rock ngetop, jadi pengen mencekik si penulis marginalia.

Maka terjadilah perang marginalia....

Tapi itu dulu, sebelum Aruna bertemu langsung dengan Drupadi. Dan ketika melihat si pembuat onar itu untuk pertama kalinya, Aruna tiba-tiba tidak ingin marah-marah lagi. Wah wah... kenapa ya? ;-)

Hmmm...saya kurang bisa...errrr... terkoneksi dengan tokoh-tokohnya. Ga tau ya, kok berasa kurang pas aj gitu. Baik Aruna maupun Drupadi terkesan plin-plan bagi saya (catat, bagi saya loh ya ^^)

Terus saya kurang setuju juga dengan pendapat Padma tentang marginalia.

Tapi lumayan penasaran+tegang pas adegan konflik antara Aruna, Drupadi dan Inez.

At last, saya beri 3 bintang untuk buku ini. Terutama untuk kovernya yang cakep dan konsep pertemuan sepasang kekasih melalui marginalia-nya ^^

Oh ya, buku ini juga membuat saya ingat kalau saya punya buku puisi Rumi yang masih nongkrong manis ditimbunan. Jadi pengen segera baca, penasaran XD

***


Judul: Marginalia | Pengarang: Dyah Rini   | Penerbit: Qanita| Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Februari, 2013, Bandung, 304 halaman, 18 cm | Rating saya: 3 dari 5 bintang

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016: Master Post

[#HUT5BBI] Giveaway Hop #BBIGiveaway

Enter The Magical Realm: Post Apocalyptic & Giveaway