***

Title: The Creeping Shadow - Bayangan Mengendap | Author: Jonathan Stroud | Edition languange: Indonesian | Publisher: Gramedia Pustaka Utama | First published: Jakarta, August 2016 | Alih bahasa: Poppy D. Chusfani |  Page: 440 pages | Status: Owned book |  Date purchased: ---/---/ 2017 | Purchase location: Online @ Hobby Buku Shop | My rating: 5 of 5 stars | Bisa dibeli di: BukaBuku.com dan belbuk.com

***

*spoiler alert*

***

Blurb:


Kota dikepung arwah? Kanibal bangkit dari kematian? Hanya ada satu tim pemburu hantu yang kau butuhkan... Namun Lockwood & Co. kekurangan satu agen---Lucy Carlyle sekarang jadi operatif lepas. Dan mereka kewalahan menangani pekerjaan: tapak-tapak tangan raksasa di jendela, bunyi pisau memotong-motong di dapur berhantu... Belum lagi Bayangan Mengendap---ancaman raksasa yang mengintai pekarangan gereja desa, membangkitkan para hantu dari kubur. Lockwood & Co. sangat membutuhkan bantuan Lucy. Kalau saja mereka mampu membujuknya untuk kembali...

My Review


Cover buku ke-4 ini curang, hiks. Biasanya kan, di cover-cover sebelumnya, gambar seramnya tersembunyi. Saat di buka, baru ketahuan full gambar hantunya. Etapi yang ini wajah hantunya permanen nongol di depan. Saya kan jadi takut, *plaak*.

Oke, jadi Lucy memulai petualangan sebagai agen lepas. Lumayan sukses. Meskipun dia harus sering menahan dongkol karena harus bekerja dengan anggota tim yang menurutnya kurang kompeten.

Kasus pertama adalah kasus hantu yang gambarnya nongol di cover depan. Ini hantu kelas atas yang doyan memberikan sentuhan hantu. Dia hanya bisa dilihat jelas lewat cermin. Bahkan "Sumber"-nya pun keren. Tapi Lucy bisa mengatasinya dengan sedikit bantuan dari tengkorak.

Kemudian sebuah kejadian yang sangat disayangkan terjadi. Bukan hanya itu, kejadian itu membuat Lucy dikejar-kejar oleh orang-orang asing, yang sepertinya, ingin membunuhnya. Segi positifnya, kejadian ini membuat Lucy harus meminta bantuan Lockwood & Co. Yeay, sekarang mereka bisa bersatu kembali *apacoba*, walaupun status Lucy hanya sebagai klien.

Meskipun begitu, atas permintaan Fittes, Lucy diminta untuk ikut bergabung dalam misi pemusnahan hantu kanibal. Alasannya simpel, hantu ini terdeteksi dari suara, dan tidak ada yang "kemampuan dengar"-nya lebih bagus daripada Lucy. So, mereka pun melewatkan malam di rumah si hantu kanibal dan harus merasakan sensasi si kanibal yang sedang memasak makan malamnya. Sebagai bonus, mereka juga ditemani oleh tak lain dan tak bukan oleh si Kipps kita yang menyenangkan.

Kasus berlanjut. Kalau hantu-hantu yang sebelumnya tadi masih belum seram, sekarang ada hantu-hantu dari kecelakaan kereta api yang berkumpul dalam diam, namun kepengin menyentuh orang yang lewat untuk bergabung dengan mereka. Sialnya, Lockwood dan Lucy harus melewati mereka untuk selamat dari keluarga Winckman yang ... errr ... secara tidak sengaja telah mereka buat marah.

Belum cukup dengan hantu se-kereta api penuh? Oke, sekarang kita juga disuguhkan dengan hantu-hantu yang tiba-tiba bermunculan di sebuah desa. Kata si klien sih itu karena ada hantu super besar seperti bayangan yang berkeliling-keliling untuk mengumpulkan orang-orang mati.

Seru? Pake banget. Entah kenapa, saya paling takut dengan adegan saat George ketakutan melihat hantu berdaster di desa, hahhah.

Terus, akhirnya, sosok si tengkorak samar-samar terungkap di sini. Semoga nantinya semakin banyak informasi mengenai siapa sebenarnya si tengkorak. Saya kepingin tau >.<.

Ngomong-ngomong, endingnya bikin penasarah eh. Terpaksa harus bersabar lagi menunggu buku berikutnya.

At last, selalu 5 bintang untuk Lockwood dan kawan-kawan. It was amazing \^_^/

***

Review ini diikutkan dalam challenge: