Blurb:


Festival Raya. Semua permainan dan hiburan berlangsung: Juggler, akrobat, pertunjukan burlesque, karnaval, egrang, dan banyak lagi. Tapi bukan itu yang dicari Charlie di sana.

Max akan ada di sana. Ia akan bergabung dengan Dansa Besar, dan begitu melakukannya Max takkan bisa kembali. Ia akan menjadi penghuni abadi tempat itu. Charlie harus menghentikannya dan membawa sahabatnya kembali. Ia ingin membuktikan pada ibunya, para dokter, dan orangtua Max bahwa Max belum meninggal. Sahabatnya itu pasti kembali.

Hanya pada malam harilah Charlie bisa mengejar Max, mengikuti jejaknya. Ia takkan pernah menyerah, meski harus melompati batasan dunia sekalipun, dan tak peduli berapapun harga yang harus ia bayar.

Karena Charlie tahu hal yang mustahil itu benar-benar terjadi.

My Review:


Dulu sekali, saya pernah membaca The Last Siege yang juga merupakan buku karya Jonathan Stroud. Gaya penceritaannya yang sangat berbeda sekali dengan Bartimaeus Trilogy membuat saya waktu itu hanya memberikan dua bintang untuk The Last Siege. Bartimaus kocak, The Last Siege suram.

The Leap sebenarnya juga suram, dan saya sudah curiga kalau endingnya bakalan seperti itu berdasarkan pengalaman saya ketika membaca The Last Siege. Tapi karena saya sudah siap (apa coba), The Leap akhirnya berhasil membuat saya tegang di chapter-chapter akhir meskipun awalnya menurut saya cukup membosankan.

Jadi ceritanya tentang dua orang sahabat, Max dan Charlie, yang mengalami kecelakaan saat bermain-main di sekitar kolam. Max meninggal, atau menurut orang Max meninggal, padahal menurut Charlie tidak. Max masih hidup. Dia dibawa oleh wanita-wanita berwajah aneh di dalam kolam dan Charlie bertekad mengejarnya.

Namun waktu Charlie terbatas. Dia harus berhasil mengejar Max sebelum Dansa Besar dimulai. Sayangnya Max berlari begitu cepat dan orang-orang disekitar Charlie berusaha menghalangi Charlie agar dia melupakan Max. Padahal kunci untuk bisa mengejar Max tepat waktu adalah, Charlie harus selalu mengingat Max. Mengingat sedemikian rupa sehingga Charlie bisa merasakan kehadiran Max disampingnya.

Berhasilkah Charlie mengejar Max? Yah silakan baca sendiri bukunya. Yang pasti kalau membaca The Leap, pastikan kalian tidak mengingat bagaimana gaya penceritaan Bartimeaus Trilogy ataupun The Lockwood Series karena mereka sangat berbeda. Tidak ada unsur suram-seram kocak di The Leap. Yang ada hanya suram dan seram :D

At last, 3 dari 5 bintang untuk The Leap. Yeap, I liked it.

NB: Thanks to Radovan Zweihander yang sudah capek-capek datang ke Kalimantan Selatan Book Fair demi mendapatkan buku ini. Ngirimin via pos pula. Mom loves you <3 XD

***


Judul: The Leap - Lompatan | Pengarang: Jonathan Stroud | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Jakarta, Oktober 2011, 240 halaman | Alih bahasa: Jonathan Aditya Lesmana