***


Bisa dibeli di  Belbuk.com


***



Blurb


Molly benar-benar kecewa ketika Bibi Phoebe mengirimkan sebuah bantalan jarum kecil berbentuk labu berwarna abu-abu untuk hadiah ulang tahunnya, dan bukannya gelang perak yang telah lama diidam-idamkannya.

Tetapi di malam hari, saat bulan purnama bersinar, bantalan jarum berbentuk labu itu berubah menjadi labu ajaib. Ia membawa Molly dan saudara kembarnya, Jack, ke sebuah dunia aneh tempat si Labu ternyata amat ditakuti.

Molly dan Jack mengalami petualangan yang amat menegangkan dalam usaha mereka menemukan si Labu. Mereka dijebak, beberapa kali masuk perangkap, sekaligus mendapat banyak teman di dunia itu. Siapakah sebenarnya si Labu Kelabu?

My Review


Bagaimana perasaan kalian jika di malam bulan purnama, sebuah bantalan jarum berbentuk labu berwarna kelabu tiba-tiba hidup?

Kalau saya sih pasti ketakutan setengah mati, XD. Tapi tidak bagi Molly dan saudara kembarnya, Jack. Mereka malah penasaran dan nekat mengikuti si labu yang menggelinding pelan menuju hutan dan menuntun dua bersaudara ini melewati sebuah pohon yang kalau diketuk tiga kali ternyata menjadi sebuah pintu masuk menuju dunia lain.

Ternyata, di dunia ini, si labu kelabu ternyata amat ditakuti. Nah lo? Kenapa ya?

Tapi si labu ternyata juga takut dengan sesuatu. Dan Molly beserta Jack bertekad mencari sesuatu itu agar orang-orang di dunia lain ini kembali merasa aman.

Namun pencarian itu tidak berlangsung mulus. Selain harus mencari dengan teliti di sebuah negeri yang asing, si kembar juga harus menghadapi mata-mata si Labu yang pandai menipu. Mereka harus benar-benar jeli mengenali siapa kawan dan siapa lawan.

Berhasilkah mereka? Well, silakan baca sendiri bukunya :D

***


Hmmm....waktu melihat buku ini di Amuntai Book Super Sale 2018, saya kira buku ini adalah salah satu buku klasik terbitan Gramedia Pustaka Utama. Etapi ternyata bukan ya, haha.

Rasa-rasanya saya pertama kali tahu dengan buku ini waktu membaca majalah bobo, dulu sekali. Covernya cakep dan ceritanya sepertinya seru. Bertahun-tahun kemudian, akhirnya keinginan saya untuk membaca buku ini kesampaian. Ternyata kalau memang sudah jodoh itu tidak kemana ya, hohoho.

At last, ceritanya lumayan menurut saya. Petualangan si kembar cukup menegangkan. Kalau saja saya membacanya waktu saya masih anak-anak, saya pasti akan memberi bintang lima untuk buku ini.

***


Judul: Knock Three Times! | Pengarang: Marion St. John Webb | Penerbit: Atria | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Mei 2010, 257 halaman | Status: Owned book* | Rating saya: 3 dari 5 bintang