Bisa dibeli di Belbuk.com dan BukaBuku.com


***



Blurb


Besok pagi takkan ada matahari.
Tak ada bulan menghiasi malam
.
Bintang-bintang pergi tanpa mohon diri.
Sajak ini memaklumkan cahaya yang akan padam.

Maka dimulailah episode baru dalam kisah petualangan epik Candy Quackenbush di dunia Abarat yang setiap Jam-nya berupa pulau, dan segala sesuatu tak seperti yang tampak. Candi dan Malingo bertualang bersam John Bersaudara dan sejumlah tokoh lain yang mereka jumpai sepanjang jalan. Tetapi Candy selalu terlibat masalah ke mana pun pergi. Terlebih kali ini, sebab Mater Motley yang gila kekuasaan makin agresif ingin menjadi Raatu seluruh Pulau itu. Caranya sederhana saja. Dia akan menggelapkan langit, memadamkan matahari-matahari, bulan-bulan, dan bintang-bintang. Dia akan menciptakan TENGAH MALAM TOTAL.

My Review


Speechless...

Sudah telat membacanya, baru tahu pula kalau ternyata buku ketiga ini bukan buku terakhir dari seri Abarat. Endingnya gantung lagi. Banyak misteri yang belum terpecahkan. Kapan ya buku keempatnya terbit? Hiks.

Jadi petualangan Candy di Abarat semakin berbahaya. Si Nenek Jahat makin menggila dengan ambisinya untuk menciptakan tengah malam total di seluruh kepulauan Abarat. Dia bahkan rela bersekutu dengan para iblis. Meskipun bayarannya sangat mahal, apapun itu.

Akankah ada yang bisa melawan si Nenek dan sekutu-sekutunya? Apakah tengah malam total memang benar-benar akan terjadi? Kalau ya, maka penduduk Abarat akan berhadapan dengan makhluk-makhluk mengerikan yang sama sekali tidak mengenal cahaya kebaikan dan lebih menyukai kehancuran.

Well, ilustrasi dan ceritanya semakin menyeramkan kalau menurut standar saya. Benar-benar seperti mimpi buruk yang menjadi kenyataan. Saya meringis setiap kali Mater Motley melakukan aksinya. Luar biasa jahat si Nenek ini.

Buku ketiga ini lumayan tebal dan tulisannya kecil-kecil. Untunglah ceritanya seru dan banyak ilustrasinya, sehingga membacanya jadi tidak terasa, tahu-tahu sudah selesai saja.

Banyak adegan yang membuat saya speechless. Sayang sekali buku keempatnya sepertinya belum nongol. Saya penasaran sekali dengan apa yang akan terjadi pada Malingo, Candy dan Gazza, *ehm*.

Btw, ada adegan "kata terbang" yang menarik perhatian saya. Dulu saya juga pernah membayangkan setiap kata-kata yang saya ucapkan keluar dari mulut saya dan terbentuk di udara. Namun alih-alih terbang, kata-kata tersebut menjadi padat dan jatuh ke bumi. Saya membayangkan bumi jadi penuh dengan kata-kata yang keluar dari mulut orang-orang XD

At last, setelah membaca buku ketiga ini, susah bagi saya untuk keluar dari dunia Abarat. So, 4 dari 5 bintang untuk Absolute Midnight. I really liked it ('▽'ʃƪ) ♥




***


Judul: Absolute Midnight - Tengah Malam Total | Seri: Abarat #3 | Pengarang: Clive Barker|Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa IndonesiaCetakan pertama, Jakarta, 2015, 632 halaman, 23 cm | Alih bahasa: Tanty Lesmana | Status: Owned Book***** | Rating saya: 4 dari 5 bintang