Title: Detektif Conan Vol. 92 | Author: Aoyama Gosho | Edition language: Indonesian | Publisher: Elex Media Komputindo | Status: Owned Book (16 Juli 2018) My rating: 5 of 5 stars

***

Blurb:


Suara riak gelombang memunculkan kembali ingatan Conan tentang masa kecilnya. Ingatan bagaimana dirinya dan Ran yang masih kanak-kanak, bertemu dengan Sera di pantai. Ingatan bahwa dia juga melihat Shuichi Akai di sana…

My Review


Lanjutan kasus pembunuhan di kamar pas. Jadi, di kamar pas itu ada yang namanya face cover ya. Wah saya baru tahu, ga pernah lihat soalnya, haha, *katro mode on*. Lagi-lagi pesan moral yang bisa diambil dari kasus ini adalah agar berhati-hati dalam berbicara dan bersikap. Tanpa bermaksud menyinggung pun kadang ada orang yang tersinggung dengan ulah kita, apalagi kalau bermaksud menyinggung beneran. Bisa jadi nyawa taruhannya.

Lalu ada wakil wali kelas baru di kelas Conan dan kawan-kawan. Ibu guru baru ini kikuk, tapi mencurigakan. Kasusnya lumayan menyeramkan dan berbahaya.

Kasus kedua adalah kasus sepuluh tahun yang lalu, saat Conan akhirnya teringat kalau dia dan Ran ternyata pernah bertemu dengan Sera dan keluarganya saat liburan di pantai. Wah..wah..ternyata kita tidak asing dengan keluarga Sera. Kasus yang harus mereka pecahkan adalah kasus mencari perampok yang membaur bersama pengunjung pantai. Case closed! Dan yang paling keren adalah ayahnya Sinichi yang bisa menebak siapa si perampok hanya dengan melihat gambarnya. Luar biasa.

Lanjut kasus ketiga adalah kasus pencopetan. Pesan moral yang bisa diambil dari kasus ini adalah kalau kita punya kupon berisi kemenangan undian berhadiah besar, jangan meneriakkannya di tempat umum kalau kita tidak ingin kupon kita dicopet. Si pencopet dalam kasus ini kebetulan membaur bersama pengunjung lain di sebuah restoran sushi tempat Conan, Ran dan paman Kogoro makan. Dan di restoran ini ada pelayan baru yang cukup mencurigakan penampilannya yang bermata satu. Oh ya ada satu pesan moral lagi yang bisa diambil dari kasus ini. Kalau kita menemukan barang apapun yang bukan milik kita, sebaiknya segera diserahkan ke kantor polisi terdekat, kalau kita tidak ingin dituduh sebagai pencopet yang sedang bersembunyi :D

Kasus keempat adalah pembunuhan yang melibatkan seorang pegolf terkenal yang kebetulan adalah tetangga Bu Wakasa. Kebetulan pula, Bu Wakasa mengundang grup detektif cilik ke rumahnya. Detektif cilik pun beraksi membongkar trik kasus pembunuhan tersebut. Namun, Conan tidak sengaja menemukan sesuatu yang membuat Bu Wakasa jadi tampak mencurigakan.

Kasus kelima terjadi di Cafe Poirot. Lampu cafe tiba-tiba padam dan ada salah seorang pengunjung yang tertusuk pisau. Darahnya muncrat kemana-mana. Dan kasus bersambung sampai di sini.

So, saya masih bertahan dengan Conan. Masih menikmati cerita-ceritanya seperti biasa. Next, lanjut baca ke volume 93.

***