Judul buku: Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai | Pengarang: Boy Candra | Penerbit: mediakita | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan Kesepuluh, Jakarta, 2016 | Dimensi buku: viii + 240 hlm.; 13x19 cm | Status: Pinjam di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Kabupaten Hulu Sungai Utara | Bisa dibeli di: belbuk.com atau bukabuku.com ^^

Blurb:

Buku ini dipersembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan.Untuk orang-orang yang mencintai, tapi dikhianati. Juga yang mengkhianati, lalu menyadari semua bukanlah hal yang baik untuk hati. Kepada orang-orang yang diam-diam jatuh cinta, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama, dan hal-hal yang lebih pahit dari itu. Mari mengenang, tapi jangan lupa jalan pulang. Sebab, setelah tualang panjang ke masa lalu, kamu harus menjadi lebih baik, dan mulailah menata rindu yang baru.

Katakan kepada masa lalu:
kita adalah cerita yang telah usai.


My Review:

"Tentu banyak sekali hal yang ditawarkan waktu, tapi setia adalah pilihan. Kamu bisa memilih membiarkan dirimu terlepas kendali, atau tetap berdiri pada hati yang sama. Cinta yang sama." ---hlm. 231


Haduh, saya suka sekali dengan kutipan ini. Untuk ukuran buku yang isinya penuh dengan ratapan hati yang terluka,  membaca kutipan di atas rasanya seperti hujan yang tiba-tiba turun di musim kemarau. Sejuk dan adem. Secara saya adalah penggemar kisah cinta tipe "you're the one and the only", haha. 

Ya, seperti yang sudah diberitahukan oleh blurb di sampul belakang buku, buku ini berisi kenangan dari seseorang yang pernah merasakan bagian pahit dari jatuh cinta. Rasa itu tertuang dalam bentuk curahan-curahan hati pendek yang bergabung ke dalam chapter-chapter dengan tema galaunya masing-masing. Jujur, saya tertipu waktu pertama kali mengenal buku ini. Dilihat dari judul dan sampulnya yang cantik, saya kira buku ini adalah sebuah novel. 

Total ada 6 chapter yang berisi kumpulan curahan hati, dan chapter favorit saya adalah chapter terakhir yang berjudul: SEBAB, KINI KAMU TELAH DENGANKU. KENANGAN LALU BIARLAH SEBAGAI MASA LALU. Saya suka karena menurut saya pribadi, solusi dari rasa sakit yang tercurah di chapter-chapter awal ada di chapter terakhir ini. 

Coba saja kalau seseorang yang rintihan hatinya tertulis di buku ini menyadari solusi tersebut lebih awal, mungkin dia tidak akan merasakan bagian pahit dari jatuh cinta terlalu banyak. Yah, mungkin saja sih, ahaha. 

Ngomong-ngomong, meskipun isinya kebanyakan tentang patah hati, tetapi saya suka sekali dengan gaya bahasanya. Indah banget.  Saya sampai ribet sendiri melepas post it yang saya tempel untuk menandai kata-kata favorit saya. Saya tidak menyadari kalau ternyata sudah menempel banyak. Padahal ini buku perpustakaan, huehehe, *dikeplak kakak pustakawan*.

Selain indah, kata-katanya juga ngejleb di hati. IMO, ini bisa menjadi kitab tentang patah hati yang bisa membuat kita lebih sadar diri. Bahwa, seperti yang tertulis di blurb di atas, menyakiti bukanlah hal yang baik untuk hati, *eaaaaaa*.

Hanya saja, mungkin karena saya tidak suka dengan bagian pahit dari kisah cinta ini (memang siapa juga yang suka, yak?, ahaha), saya jadi merasa curahan hati yang ga enak ini terlalu panjang, sehingga, somehow, saya yang cuma membaca pun merasa lelah tersakiti, *apacoba*. 

Saya juga sedih, untuk orang ini, siapapun dia, karena tidak bisa lagi merasakan keindahan hujan dan senja. Keindahannya sekarang tercampuri kenangan yang rada-rada bittersweet gimana gitu. Semoga hujan dan senja kembali indah untuknya.

At last, menurut saya kelebihan buku ini ada di judulnya yang manis, covernya yang cakep, dan kata-katanya yang indah dan ngejleb di hati. 

Kekurangannya, (menurut saya pribadi loh ya, jangan terlalu diambil hati, peace) adalah untuk buku yang isinya kumpulan curahan hati pendek, saya rasa curhatannya terlalu banyak, terutama yang bikin hati nyesek.

Banyak terima kasih juga buat perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara karena punya banyak koleksi buku Boy Candra. Siapakah gerangan di antara kakak-kakak pustakawan ini yang merupakan penggemar Boy Candra? Saya jadi penasaran, hahhah.

So, saya beri rating 3 dari 5 bintang untuk buku ini. I liked it.