Aku memikirkan filosofi sebagai 'sains' lembut bagi mereka yang tidak dapat mengatasi jawaban pasti sains sebenarnya.""Sains adalah proses pemikiran yang dapat dibuktikan atau disanggah. Sementara filosofi, agama, seni...?"..."Dengan area pemikiran yang itu, opini setiap orang dianggap valid. Karena itu, tidak ada yang 'salah'. Yang secara logika berarti tidak ada yang benar. Itu pemikiran berputar-putar yang tidak akan membawa siapa pun ke mana-mana.(The Infinity Cage, hlm. 223)

Terakhir ikut Scene on Three di tahun 2016. Tidak terasa sudah absen selama dua tahun :)

Oke, untuk post SoT perdana saya di akhir tahun ini, saya mengambil scene dari buku terakhir seri Time Riders, The Infinity Cage (baca reviewnya di sini). 

Potongan scene ini diucapkan oleh Rashim sewaktu dia bercakap-cakap dengan Maddy dalam perjalanan mereka untuk menemui si Bapak Mesin Waktu, Ronald Waldstein.

Well, saya kurang lebih setuju dengan Rashim. Selain agama yang tentu saja harus saya yakini dengan sepenuh hati, saya rasa ilmu-ilmu di luar sains seperti filosofi, seni, hukum negara dan yang sejenisnya sangat tergantung dengan opini manusia.  Bisa berubah-ubah dengan begitu mudahnya. Sesuatu yang dianggap benar oleh seseorang bisa dengan mudah disanggah oleh orang lain. Apalagi kalau yang menyanggah itu orang yang pandai bicara, kaya dan berkuasa.

Sangat berbeda dengan sains. Coba saja ada yang menyanggah salah satu hukum Newton. Coba kalau ada yang bilang F sebenarnya tidak sama dengan m.a, tetapi sama dengan m.v. Well, tidak bisa dibilang begitu saja kan. Apa yang dikatakan di dalam sains harus bisa  dibuktikan secara ilmiah.

Saya teringat waktu kuliah dulu, salah satu dosen MIPA saya pernah berkata, haram hukumnya bagi anak mipa untuk bicara tanpa fakta.

Oke, itu sudah terlalu ekstrem. Sekarang sudah pecah misteri kenapa anak MIPA jarang ada yang bisa ngomong panjang lebar, wkwkwk, *justkidding*.

Kebanyakan orang mungkin menganggap sains itu sulit. Tapi bagi saya itulah asiknya sains. Secara sederhana, sains memiliki kebenaran yang kuat. Kebenaran sebuah sains tidak bisa dipatahkan hanya oleh opini, seberapa panjang pun opini tersebut atau siapapun yang mengucapkannya. Untuk mematahkannya kita perlu pembuktian ilmiah berdasarkan fakta-fakta yang dapat diuji kebenarannya. Keren sekali <3

Oke, ini scene pilihan saya hari ini. Adakah scene yang menarik dari buku yang sedang kalian baca? Kalau ada yuk di share. Silakan klik gambar paling atas untuk info lebih lanjut tentang aturan main SoT ya. Have a nice 30 for you \^_^/