Judul Buku: The Golem and The Jinni - Sang Golem dan Sang Jin | Pengarang: Helene Wecker | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Alih bahasa: Lulu Fitri Rahman | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan I, Jakarta, 2015 | Dimensi Buku: 664 hlm; 23 cm | Status: Pinjam di iJak | Bisa dibeli di: belbuk.com | Rating saya: 4 dari 5 bintang

***

Blurb:

Chava: golem, terbuat dari tanah liat, dihidupkan oleh rabi yang terlibat ilmu sihir hitam. Ketika majikan Chava, sang suami yang memesan pembuatan dirinya, tewas dalam perjalanan laut dari Polandia, sang golem pun bagai layang-layang putus ketika tiba di New York pada tahun 1899.

Ahmad: jin, terbuat dari api, lahir di padang pasir Suriah. Ia dijebak penyihir Beduin sehingga terkurung dalam guci tembaga berabad-abad lamanya,sampai tak sengaja dibebaskan di Lower Manhattan. Meskipun tidak lagi terpenjara, Ahmad tak sepenuhnya bebas––gelang besi mengikatnya ke dunia fisik.

Kedua makhluk ini, dengan kisah masing-masing yang tak terlupakan, membentuk jalinan persahabatan––sampai pada suatu malam, insiden mengerikan membuat mereka terpaksa kembali ke dunia masing-masing. Namun, ancaman dahsyat akan menyatukan Chava dan Ahmad kembali, menantang keberadaan mereka dan memaksa mereka untuk mengambil keputusan luar biasa.

***
My Synopsis

Saya kenal dengan makhluk yang bernama Golem dari buku The Bartimaeus Trilogy karya Jonathan Stroud. Di sana, Golem digambarkan sebagai makhluk seperti raksasa berkekuatan besar yang terbuat dari tanah. Golem seperti budak yang tidak bisa berpikir sendiri dan sangat patuh kepada majikannya.

Nah, di buku ini, gambaran tentang Golem sedikit berbeda karena ini adalah Golem pesanan khusus. Seorang pedagang bernama Rotfield meminta dibuatkan Golem yang bukan sebagai budak penghancur belaka, tetapi Golem yang bisa dia jadikan sebagai istri.

Ini permintaan yang berbahaya tentu saja. Tidak ada yang bisa menjamin apakah Golem tersebut stabil atau tidak. Si Golem bisa menyerang siapa saja dengan kekuatannya yang seperti raksasa. 

Tetapi Rotfield memintanya kepada orang yang tepat, seorang rabi jahat yang gemar terlibat dalam ilmu hitam berbahaya. Sang rabi tentu saja sangat senang membuatkannya.

Malangnya, Rotfield meninggal setelah menghidupkan istri Golemnya. Khawatir dengan kebebasannya sendiri, Sang Golem bertindak sangat hati-hati. Tapi meskipun begitu, ada seorang rabi yang berhasil mengetahui siapa sebenarnya dirinya. 

Untunglah rabi ini adalah orang baik. Berkat bantuan rabi tersebut, Sang Golem setidaknya aman untuk sementara. Orang-orang mengenal Sang Golem sebagai janda pendiam yang bekerja di toko roti.

Sang Jin, yang terkurung di dalam sebuah guci oleh seorang penyihir, tidak sengaja dibebaskan oleh seorang pandai logam. Sayang bagi si pandai logam, Jin yang ini ternyata tidak bisa mengabulkan permintaan XD

Meskipun sudah bebas, Sang Jin tetap terikat dalam bentuk fisiknya sebagai manusia. Dia juga lupa kenapa sampai bisa terkurung ke dalam sebuah guci. Selain hilang ingatan, Sang Jin juga kehilangan sebagian besar kekuatannya.

Sambil menyamar menjadi magang si pandai logam, Sang Jin berkelana kesana kemari menikmati kebebasan terikatnya. 

Kehidupan kedua makhluk non manusia ini tampaknya baik-baik saja. Tetapi apakah akan bisa terus seperti itu? Mengingat keduanya sebenarnya adalah makhluk berbahaya yang sepertinya tidak cocok hidup membaur dengan manusia. Setiap saat kedua makhluk ini bisa saja kehilangan kendali. Si Golem dengan kekuatan penghancurnya yang luar biasa dan Si Jin dengan kekuatan apinya. 

Nah, kalau sudah begini, manusia mana yang bisa mengendalikan keduanya? Dan kalaupun orang itu ada, pantaskah kedua makhluk yang sudah merdeka ini diperbudak kembali oleh manusia?

***

My Thought

The Golem and The Jinni. Duh, membaca judulnya saja saya sudah kepingin membaca buku ini. Sayang, setelah sekian lama, saya belum berjodoh dengan buku fisiknya. Untunglah bukunya ada di iJak, cuss langsung saya pinjam dan oaaalah, ternyata ceritanya seru sekali.

Saya bahkan tidak menyadari kalau ternyata buku ini lumayan tebal. Jumlah halamannya ada 664. Tapi saya merasa buku ini hanya setebal 300-an halaman, *sombong*, *kenakeplak*.

Misteri yang menyelubungi Sang Jin dan Sang Golem terkuak pelan-pelan. Cara pengungkapan misterinya seru sekali.

Sepanjang cerita saya penasaran sekali dengan apa yang sebenarnya terjadi antara Sang Jin dan Sang Golem. Jalinan misteri yang menyelubungi mereka ternyata saling terkait dan saya sama sekali tidak menduganya. Jadi ketika sampai dibagian itu, saya benar-benar tidak bisa berhenti membacanya.

Saya suka dengan setting buku ini. Terutama untuk kisah hidup Sang Jin yang kebanyakan terjadi di gurun. 

Saya juga suka dengan bumbu-bumbu pengetahuan terlarang yang disebut-sebut di buku ini. Jadi penasaran, *eh*.

Saya hanya tidak terlalu suka dengan endingnya. Somehow, saya merasa endingnya membuat ketegangan seru yang terjadi sebelumnya jadi terlalu dingin. Saya juga jadi merasa kasihan dengan tokoh Saleh Es Krim. Akhir yang baik mungkin untuknya, tapi saya rasa dia berhak mendapatkan lebih dari itu, *nangis*.

At last, The Golem and The Jinni adalah tipe buku yang fantasi bangetlah kalau menurut saya. Recommended banget buat pecinta buku fantasi. So, 4 dari 5 bintang untuk The Golem and The Jinni. I really liked it.


***
My 1st Book for Proyek Baca Buku Perpustakaan 2019
https://www.irabooklover.com/2019/01/proyek-baca-buku-perpustakaan-2019.html