Artemis Fowl and The Opal Deception #BookReview

Image
***
Judul: Artemis Fowl and The Opal Deception | Pengarang: Eoin Colfer | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan II, April 2018, 368 hlm, 20 cm | Status Owned Book, Beli Online @HobbyBukuShop, Diterima tanggal 16 Juli 2018 | Rating saya: 4 dari 5 bintang
***
Blurb:
Kaum Peri menghapus semua pengetahuan tentang dunia mereka dari ingatan satu satunya manusia yang mereka takuti : kriminal genius Artemis Fowl. Tapi sekarang mereka membutuhkan anak itu.

Pixie jahat Opal koboi ingin menghancurkan dunia. Menghentikannya berarti membersihkan nama kapten Holly Short yang dituduh membunuh, membebaskan si kurcaci kleptomaniak dari penjara, dan meyakinkan centaur supercerdas bahwa ia tidaklah tahu segalanya.

Kalau saja Artemis bisa mengingat mengapa makhluk makhluk aneh ini sangat bergantung padanya...
My Review:
Ini buku seru sekali deh, seriusss.

Ngomong-ngomong, waktu saya belum kenalan dengan Opal Koboi, saya penasaran sekali dengan buku keempat dari Artemis Fowl ini…

Monyet Mike dan Cerita-Cerita Lain #BookReview #bacabukuperpus2019


***
Judul: Monyet Mike dan Cerita-Cerita Lain | Pengarang: Enid Blyton | Alih Bahasa: Indri K. Hidayat | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Edisi: Bahasa Indonesia, Cetakan XI, Juni 2016, 192 hlm, 14 cm | Rating saya: 4 dari 5 bintang

***

Lanjut membaca Seri Kumbang buku ketiga. Judulnya Monyet Mike dan cerita-cerita lain. Bagi saya, buku ketiga ini sudah asik dari judulnya. Soalnya saya membaca "Mike" dengan ejaan Bahasa Indonesia, bukan ejaan Bahasa Inggris, hihihi, *selfkeplak*.

Ada delapan cerita pendek di buku ini. Mereka adalah Monyet Mike, Si Mata Jeli dan si Rabun, Beruang yang Tua Renta, Bila Pak Kurcaci Marah, Sally si Tukang Menjerit, Yang Mana Dia?, Tuan Budiman dan Kebakaran.

Saya sangat suka dengan pesan-pesan moral yang disampaikan oleh delapan cerita di atas. Banyak yang cocok dengan keadaan masyarakat sekarang. Rupanya masalah-masalah sosial ini bandel juga. Dari dulu sampai sekarang terus saja terulang-ulang.

Selain itu, cerita-cerita di buku ini juga cocok untuk ibu-ibu yang mungkin bingung menghadapi anak-anaknya yang ... errr ... terlalu aktif berlebihan. Seperti pada cerita Monyet Mike. Mike ini anak yang suka sekali membanting dan merusak mainan. Bukan hanya mainan, tapi dinding rumah juga dia corat-coret. Bunga-bunga di taman dia pukul-pukul dengan kayu. Haduh, rumah jadi sangat berantakan dari depan sampai belakang. Untunglah ada si monyet yang bisa menyadarkan Mike kalau apa yang dia lakukan itu tidak baik. Nah, nah, bagaimana cara si monyet menyadarkan si Mike? Temukan jawabannya dalam cerita Monyet Mike.

Kemudian ada cerita Sally si Tukang Menjerit. Sally sudah terbiasa menjerit keras kalau keinginannya tidak dipenuhi. Untunglah ada perempuan tua yang membuat Sally sadar. Tapi menurut saya, ceritanya cukup menyeramkan. Mungkin memang disengaja begitu agar anak-anak yang suka menjerit ini jera.

Cerita Si Mata Jeli dan Si Rabun juga memberikan pesan moral yang bagus. Mengajarkan kita untuk peduli pada keadaan sekitar. Karena kalau menurut saya, sekarang kita agak bias dalam menentukan yang mana yang perlu dikepo-in dan yang mana yang tidak.

Cerita yang berjudul Tuan Budiman mengajarkan kita untuk tidak meremehkan orang-orang. Menurut kalian yang mana yang lebih penting? Kekuasaan dan kekayaan, atau budi pekerti yang baik?

Cerita terakhir berjudul Kebakaran. Saya senyum-senyum sendiri membaca cerita ini. Pahlawan yang sejati, pada akhirnya akan dikenali walaupun dia tidak menceritakan perbuatan baiknya kepada orang-orang, *uhuk*.

At last, saya takjub membaca buku ini. Mengagumkan sekali tentang bagaimana cerita-cerita tua ini bisa menyampaikan pesan moral yang pas sekali dengan keadaan masyarakat saat ini. Yaaaa, itulah salah satu kegunaan buku cerita, yaitu untuk mencegah kita mengulangi kesalahan yang sama dari para pendahulu kita. So,  4 dari 5 bintang untuk Monyet Mike. I really liked it.

***

Baca juga:




Comments

  1. Wahh ceritanya bkin penasaran semua nih, aplg yg sally tadi, cra kejam apa yg membuatnya jeraa huhu Semoga nnti anak2 bs bljr bnyk pesan moral dri buku ini ya ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sampai kaget loh baca cerita si Sally ini, seram euyy

      Delete
  2. sepertinya buku ini harus banget di taruh diperpus2 sekolah ya. dari review banyak banget pesan moral. kalau boleh diskusi buku, entah kenapa ada pengarang buku anak-anak yang menurutku kurang pas. bukan tidak menyampaikan pesan moral, tp kaya ada 'penyamaran gender'. itu bahaya sih menurut ku untuk anak. *aduh sorry lepas dari review hehehe

    ReplyDelete
  3. Baru baca sinopsis ini di tulisan mba, udah keliatan pesan moralnya . Jadi penasaran buat baca full bukunya hhi boleh dong Eny pinjam buat baca ya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh banget Eny, saya juga pinjam kok di ipusnas XD

      Delete
  4. Haha aku juga pas baca judulnya nyebut Mike pakai bahasa indonesia bukannya inggris. Baru tahu nih Enid Blyton nulis cerita hewan juga. Ntar pinjam ah

    ReplyDelete
  5. Wah bukunya bagus. Apalagi kumpulan cerpen ya. Sekali ambil buku banyak cerita di dapat. Anakku kayanya perlu baca nih soalnya anaknya aktif banget

    ReplyDelete
  6. Sepertinya cerita-ceritanya menarik ya buat dibaca, Makasih loh sudah ngasih tau mba

    ReplyDelete
  7. Aku ingat salah satu buku karangan Enid blyton yang pernah aku baca pas masih kecil. Blue moon gitu rasanya judulnya. Jadi kangen euy bacanya, imajinasi jalan banget.

    ReplyDelete
  8. Jadi penasaran pgn juga baca bukunya. Dan aku senang sekali tiap abis baca tulisan mbak jadi cari tau bukunya dan ikutan baca hehe


    Salam,

    www.rizkyashya.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016: Master Post

[#HUT5BBI] Giveaway Hop #BBIGiveaway

Enter The Magical Realm: Post Apocalyptic & Giveaway