Identitas Buku
Leiden 2020-1920 • Hasbunallah Haris • Gramedia Pustaka Utama • Cetakan I, Jakarta, 2025 • 552 halaman, 20 cm
Review
Saya mendapatkan buku ini sebagai hadiah dari tantangan membaca #CeritaChristie2025 yang diadakan oleh Gramedia Pustaka Utama. Secara fisik tampilan buku ini oke. Judulnya membuat penasaran, blurb-nya menarik, dan covernya lumayan cakep. Namun, ketebalannya agak mengintimidasi saya, hiks 🙈.
Sebelum membaca buku ini, saya banyak membaca buku Agatha Christie yang, IMHO, gaya bahasanya terasa "praktis". Beralih membaca Leiden, saya merasa gaya bahasanya agak terlalu banyak " aksesoris ". Namun tidak masalah, hanya butuh kurang lebih 200 halaman sebelum saya terbiasa dengan gaya bahasanya dan akhirnya berhasil tenggelam ke dalan ceritanya.
Kisahnya lumayan seru. Perburuan harta karun lewat naskah kuno yang ditinggalkan oleh seorang tentara Belanda. Melibatkan jejak sejarah kerajaan besar, kolonialisme, suku pedalaman, sebuah tempat mistis di kedalaman hutan Sumatera, serta organisasi berbahaya.
Seperti kutipan favorit yang saya cantumkan di bawah, membaca buku ini membuat saya merasa lebih menghargai sejarah. Saya jadi tertarik menyelusuri kembali kisah-kisah para leluhur. Memastikan, meskipun mungkin hanya sekelumit, kisah hidup mereka bisa dibaca oleh keturunannya.
Btw, somehow, saya sedikit merasa...errr...sedih saat membaca kutipan yang diucapkan oleh salah seorang hero di buku ini:
"Kita sudah kehilangan terlalu banyak, Eva, dan akan selalu kalah dengan orang jahat yang punya kekuasaan. " ---halaman 549
Duh sedihnya, di dunia nyata kita sedang berjuang melawan segala jenis kejahatan, kan? Setidaknya untuk memberi semangat, buatlah para hero di dunia fiksi ini rasa optimis untuk bisa menang, huhu.
At last, meskipun endingnya bikin gemes, tetap saya beri 4 dari 5 cinta untuk buku ini ❤❤❤❤. Yap, I really liked it.
Kutipan Favorit
"Kekuasaan akan menjadikan orang kenyang tiba-tiba menjadi lapar, dan orang-orang tidak haus menjadi dahaga. "
---halaman 125
"... jangan pernah percaya dengan siapa pun di dunia ini,... "
---halaman 171
"Di tengah keterbukaan informasi sekarang, tetap ada rahasia-rahasia yang mesti dijaga dan disimpan. "
---halaman 503
"Bangsa kita bukanlah bangsa yang rakus hingga harus menjajah tanah milik orang lain, bangsa kita bukanlah bangsa pembunuh hingga harus mengorbankan orang lain demi sebuah kesuksesan. "
---halaman 545-546
" ... setidaknya petualangan ini mengajarkanku banyak hal, termasuk bagaimana cara kita menghargai sejarah. Imperialisme tidak akan pernah selesai, dia hanya bertukar wajah dari zaman ke zaman, bukan?"
---halaman 549


Kutipan nya benar2 berada relate sampai kapan pun ya sptnya karena kita akan kalah dengan orang jahat yg memiliki kekuasaan meskipun sebenarnya hal tersebut tetap dapat kita lumpuhkan jika semua kekuatan bersatu untuk melawannnya
BalasHapusBukan bermaksud berkecil hati sih mbak, tapi saya kok seolah sepakat dengan kutipan pertama yang mbak ira sebutkan, bahwa kita ini banyak kalah dengan orang jahat dan tentunya yang tentu saja yang punya duit ya. Akhirnya hanya kekuatan doa saja yang bisa menjadikan kita pemenang.
BalasHapusMaria tanjung
HapusMbaa aku kayanya belum punya buku karya beliau ini tp pernah baca bbrp kali dulu bgt pas masih muda *eaaaa kapan2 kalo ada buku beliau yg gak kepake aku mau menampung lo
BalasHapuskutipannya itu kayaknya berlaku di semua zaman ya termasuk di era sekarang juga padahal sudah era modern gini. Aku sebenarnya cukup suka dengan novel bertema begini soalnya kadang ada unsur sejarah di dalamnya walau tentunya kita tidak bisa menelan mentah-mentah cerita di dalamnya
BalasHapus