"Di Spanyol ada pepatah yang berbunyi: Ambil apa yang kausukai dan bayarlah, kata Tuhan. " ---halaman 57
Hercule Poirot's Christmas - Pembunuhan di Malam Natal • Agatha Christie • @bukugpu • Edisi terjemahan Bahasa Indonesia; Mareta; Cetakan XI, April 2024; 304 halaman; 18 cm; Harga Pulau Jawa: Ro59.000, -
Saya benar-benar merasa tak nyambung membaca buku bertema Natal di bulan Agustus yang panas dan berkabut asap di Kalimantan Selatan 😷🙈. Tapi setelah dipikir-pikir, ini buku covernya ada nuansa merah putihnya, lumayan cocok dibaca di bulan kemerdekaan dengan tema buku bercover merah putih, kan yak? *maksa*.
Oke, buku ini ternyata melebihi ekspektasi saya. Seru banget sampai bisa selesai baca sekali duduk.
Tapi kasusnya lumayan mudah, sampai-sampai saya yang tidak pernah berusaha menebak siapa pembunuhnya dan apa triknya pun bisa ter-notice dengan petunjuk penting yang terus diulang-ulang di sepanjang cerita.
Jadi ceritanya tentang Mr. Simeon Lee, seorang kepala keluarga yang sudah tua dan sangat kaya, yang ingin berkumpul bersama keluarganya untuk merayakan Natal bersama-sama. Sebuah permintaan yang sederhana dan sangat wajar.
Hanya saja, Mr. Simeone Lee bukanlah orang tua yang baik bagi keluarganya. Banyak jejak kelam dari kelakuannya yang menimbulkan perasaan sakit hati. Dan keluarganya gelisah, petemuan tahun ini pun mungkin akan meninggalkan luka baru.
Namun, luka barunya ternyata tak main-main, Mr. Simeon Lee ditemukan terbunuh bersimbah darah di malam Natal yang seharusnya berjalan damai. Dan yang lebih menyakitkan, tidak ada yang bisa menjadi tersangka selain anggota keluarganya sendiri.
At last, karakter Mr. Simeon Lee ini lumayan berkesan bagi saya. Tambahan pengingat kalau kita memang bebas melakukan apa saja di dunia, termasuk melakukan perbuatan yang tidak baik, tetapi itu semua akan selalu ada bayarannya. 4 dari 5 cinta untuk Pembunuhan Di Malam Natal, I really liked it ❤❤❤❤.
#hsugemarmembaca #owob #oneweekonebook



















